Bulan puasa selain identik dengan puasa, beribadah, dan segala pernak-perniknya, tak terlepas juga dari warung setengah tirai ya, hehe. Emang warung makan buka saat puasa gitu boleh?
Bukannya bikin dosa si pemilik warung ya? Baik karena karena membuat orang tergoda untuk mokel, atau bahkan ada orang yg mampu puasa trus makan di warungnya.
Tapi kalo tutup, gimana dong buat kebutuhan sehari-hari mereka juga butuh pemasukan. Masa iya menghormati bulan puasa tapi semakin mempersulit ekonomi sendiri?
Cus… mari kita bahas warung makan buka saat puasa ini boleh apa engga dan kalo boleh alasannya apa aja.
Fenomena Kaki Andok Makan di Warung Makan saat Puasa

Sudah lazim setiap tahun di bulan Ramadan, bahwa ada yang puasa jadi-jadian. Hehehe gimana tuh?
Iya, sahur ikut sahur, siang sembunyi makan siang, buka ikut buka. Ajaibnya lebaran juga mereka ikut lebaran.
Ya terkait ibadah memang nafsi-nafsi alias urusan pribadi dengan Allah. Tapi yang jadi masalahnya adalah, keberadaan warung makan buka saat puasa ini, yang dianggap bisa memicu orang-orang yang maaf, islam KTP ini, meremehkan bulan puasa.
Tidak hanya warung makan, tapi juga warung kopi yang biasanya untuk nyangkruk merokok, mengopi berjam-jam juga banyak kaki-kakinya tuh hehe.
Secara tidak langsung, warung makan atau warung kopi seperti mengajak umat muslim yang sebenarnya sangat mampu untuk berpuasa untuk tergiur mokel alias mangkir dari kewajiban puasa.
Eh, emang mereka MENGAJAK ? Bukannya yang niat untuk tidak puasa ya orang-orang itu. Bahkan dengan ada tidaknya warung itu, mereka tetap ga puasa kok.
Hehehe, memang begitu. Tapi bagi sebagian pemikiran, sangat berdosa tuh pemilik warung. Hmm, coba aja pikir deh, masa iya harus tanya satu persatu alasan mereka ga puasa kenapa?
6 Alasan Warung Makan Buka saat Puasa Dibolehkan
Nah, alih-alih fokus pada mereka yg “nakal”, sebenarnya warung makan buka saat puasa bukan hal yang keji kok.
Selain mereka membantu perekonomian mereka sebagai UMKM dan geliat ekonomi masyarakat secara umum, ada beberapa kelompok di sini yang senang dengan adanya warung makan buka saat puasa.
Kelompok-kelompok inilah, yang menjadi alasan warung makan buka saat puasa itu boleh, bahkan dianggap sangat-sangat membantu kelompok ini.
- Non-islam : yang tentu tidak berpuasa dan butuh mencari makan maupun bahakn makan.
- Anak kecil : yang masih belajar untuk puasa, dan siang hari perlu makan, jika orangtuanya tidak mampu memasak maka warung makan adalah jalan ninja.
- Lansia : yang sudah udzur dan tidak mampu menunaikan ibadah puasa alias menggantikannya dengan fidyah, tentu jika tidak masak mengandalkan warung makan
- Ibu Hamil dan Menyusui : yang jelas tidak puasa karena khawatir berkurangnya asupan si anak, dan misalnya tidak masak setiap hari jadi perlu beli di warung makan
- Perempuan Menstruasi : yang jelas ada sisi magernya untuk menyiapkan masakan sendiri dan lebih memilih praktis beli jadi-an makanan (hehe pengalaman banget soalnya)

Warung tegal, warung masakan padang, warung makanan cepat saji, warung makanan prasmanan tinggal ambil, dan sejenisnya saat siang hari tentu keberadaannya bagai pahlawan bagi 5 kelompok tadi.
Sebuah Pengingat : Puasa agar kita Bertaqwa
Allah Maha Tahu.
Termasuk Allah juga tahu, bahwa puasa memberi manfaat yang sangat luar biasa bagi manusia.
Juga Allah Sangat Tahu, siapa yang berpuasa maupun tidak. Meski ia sembunyi di balik tirai tanpa siapapun yang melihat.
Allah Maha Tahu
Pemilik warung makan sedang memperjuangkan hidupnya, dengan mencari pundi rupiah melalui warungnya. Terlepas yang beli adalah orang yang sanggup puasa tau tidak, Allah Tahu mereka niatnya baik.
Urusan kaki-kaki yang malas puasa tadi, sebenarnya bukan tanggung jawab sepenuhnya para pemilik warung.
Namun dalam rangka menghargai bulan puasa, hampir seluruh warung makan pengertian dengan memberi tirai yang membuat segala makanan minuman menggiurkan tidak terpampang nyata di depan orang-orang yang berpuasa.
Semoga dengan berpuasa, kita bisa menjadi umat islam yang semakin bertaqwa kepada Allah, membuat relate semua urusan dan aktivitas kita mengarah pada memberi yang terbaik untuk akhirat kita nanti.
Aamiin
Baca juga : Bagaimana Jika Hutang Puasa Belum Dibayar dan Lupa Jumlah?


